Bab VII – Terjemah Maulid Barzanji

BAB VII
عَطِّرِ اللّهُمَّ قَبْرَهُ الْكَرِيْمَ بِعَرْفٍ شَذِيٍّ مِنْ صَلَاة ٍوَ تَسْلِيْمٍ
اللّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَيْهِ
Artinya:
Semoga Allah mengharumkan dan mewangikan kuburnya (Nabi) yang mulia, dengan keharuman wangi-wangian salawat dan salam sejahtera.
Ya Allah, berilah salawat dan salam serta berkah atas Nabi s.a.w.
وَ أَرْضَعَتْهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أُمُّهُ أَيَّامًا ثُمَّ أَرْضَعَتْهُ ثُوَيْبَةُ الْأَسْلَمِيَّةُ
Artinya:
1. Beliau disusui oleh ibunya dalam waktu beberapa hari, lalu beliau disusui oleh Tsuwaibah al-Aslamiyyah.
الَّتِيْ أَعْتَقَهَا أَبُوْ لَهَبٍ حِيْنَ وَافَتْهُ عِنْدَ مِيْلَادِهِ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ بِبُشْرَاهُ
Artinya:
2. Wanita yang dimerdekakan Abū Lahab, ketika dia didatangi Tsuwaibah dengan membawa kabar gembira tentang kelahiran beliau s.a.w.
فَأَرْضَعَتْهُ مَعَ ابْنِهَا مَسْرُوْحٍ وَ أَبِيْ سَلَمَةَ وَ هِيَ بِهِ حَفِيَّةٌ
Artinya:
3. Beliau disusui oleh Tsuwaibah yang bersamaan dengan menyusui anaknya sendiri yang bernama Masrūḥ dan Abū Salamah.
وَ أَرْضَعَتْ قَبْلَهُ حَمْزَةَ الَّذِيْ حُمِدَ فِيْ نُصْرَةِ الدِّيْنِ سُرَاهُ
Artinya:
4. Sedangkan sebelumnya, dia itu pernah menyusui Ḥamzah yang menjadi pembela agama Allah.
وَ كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَبْعَثُ إِلَيْهَا مِنَ الْمَدِيْنَةِ بِصِلَةٍ وَ كِسْوَةٍ هِيَ بِهَا حَرِيَّةٌ
Artinya:
5. Dan beliau ketika di Madīnah selalu mengirimkan barang hadiah dan barang pakaian kepada Tsuwaibah, ia bergembira sekali menerimanya.
إِلَى أَنْ أَوْرَدَ هَيْكَلَهَا رَائِدُ الْمَنُوْنِ الضَّرِيْحِ وَ وَارَاهُ
Artinya:
6. Nabi selalu mengirim hadiah kepadanya hingga akhir hidupnya.
قِيْلَ عَلَى دِيْنِ قَوْمِهَا الْفِئَةِ الْجَاهِلِيَّةِ
Artinya:
7. Menurut sebagian keterangan, ada yang mengatakan bahwa Tsuwaibah meninggal dunia masih tetap menganut agama secara Jahiliyyah.
وَ قِيْلَ أَسْلَمَتْ أَثْبَتَ الْخِلَافِ ابْنُ مَنْدَةْ وَ حَكَاهُ
Artinya:
8. Dan menurut keterangan yang lain, bahwa ia (Tsuwaibah) telah menganut agama Islam. Perbedaan ini diriwayatkan oleh Ibnu Mandah.
ثُمَّ أَرْضَعَتْهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ الْفَتَاةُ حَلِيْمَةُ السَّعْدِيَّةُ
Artinya:
9. Kemudian, beliau disusui oleh Ḥalīmah as-Sa‘diyyah.
وَ كَانَ قَدْ رَدَّ كُلٌّ مِنَ الْقَوْمِ ثَدْيَهَا لِفَقْرِهَا وَ أَبَاهُ
Artinya:
10. Oleh karena kemiskinannya, maka tak ada seorangpun yang menyusukan anaknya kepada Ḥalīmah as-Sa‘diyyah.
فَأَخْصَبَ عَيْشُهَا بَعْدَ الْمَحْلِ قَبْلَ الْعَشِيَّةِ
Artinya:
11. Semenjak Ḥalīmah menyusui beliau s.a.w., lalu menjadi lapang kehidupannya.
وَ دَرَّ ثَدْيَهَا بِدُرِّ دَرٍّ لَبَنَهُ الْيَمِيْنُ مِنْهُمَا وَ لَبَنُهُ الْآخَرُ أَخَاهُ
Artinya:
12. Buah dadanya menjadi deras berisi air susu, yang sebelah kanan disediakan untuk Nabi s.a.w. dan yang lain untuk menyusukan saudara susuannya.
وَ أَصْبَحَتْ بَعْدَ الْهُزَالِ وَ الْفَقْرِ غَنِيَّةً
Artinya:
13. Akhirnya, Ḥalīmah menjadi orang yang kaya raya sesudah hidup dalam kemiskinan.
وَ سَمِنَتِ الشَّارِفُ لَدَيْهَا وَ الشِّيَاهُ
Artinya:
14. Unta dan kambing-nya semuanya menjadi gemuk.
وَ انْجَابَ عَنْ جَانِبِهَا كُلُّ مُلِمَّةٍ وَ رَزِيَّةٍ
Artinya:
15. Dan segala marabahaya dan bencana yang berada di sekitarnya menjadi hilang lenyap.
وَ طَرَّزَ السَّعْدُ بُرْدَ عَيْشِهَا الْهَنِيِّ وَ وَشَاهُ
Artinya:
16. Akhirnya Ḥalīmah menjadi seorang kaya raya dan terpuji.